![]() |
| (Sinar Harapan) |
Setelah beratus tahun negeri ini dijajah
Kemerdekaan hadir bukan sebagai hadiah
Dengan perjuangan dan darah
Kemerdekaan kita adalah buah
dariberjuta peluh yang tumpah ruah
Tujuh puluh empat tahun proklamasi
Tapi tak juga membuat kita bebas dari tirani
Tujuh puluh empat tahun menyatakan merdeka
angka yang seharusnya membuat kita sama-sama dewasa
akan makna merdeka
Berbeda adalah kekuatan kita
Tak seharusnya menjadi batas dalam berkarya
Beragam adalah jiwa kita
Ketidaksempurnaan memang milik kita sebagai manusia
Maka tak seharusnya mengatakan salah pada siapa
karena cita-cita kita sama,
lima sila, pancasila
Indonesia bukan hanya tentang pulau Dewata dan Jawa
Borneo, Sampit, Palangkaraya, Padang Panjang, Tarakan, Minahasa,
dan Papua juga cermin diri kita
Maka, bukan lagi dari kita untuk kita
saatnya dari kita untuk Indonesia.
17 Agustus 2019, dibacakan saat pentas seni kampung sebagai penutup acara. Ya biar kayak Mata Najwa. Hehe

Komentar
Posting Komentar