![]() |
| Menu non-kopi di Tjilik Coffee. (Dyanaulfach.blogspot.com/ Dyana Ulfach) |
Memasuki waktu Indonesia minum kopi, kedai ini menyuguhkan menu kopi yang nggak biasa buat para pecinta kopi. Penasaran?
Dyanaulfach.blogspot.com - Berawal dari posting-an salah satu teman saya di instagram, saya tertarik untuk mencicipi menu baru di Tjilik Coffee. Sebagai orang yang nggak suka kopi, saya memesan es Macho atau matcha chocolate yang menjadi menu baru di kedai ini.
Meskipun menu kopi masih menjadi fovorit, Tjilik Coffee juga menyediakan menu non-kopi bagi pelanggan seperti saya. Nggak hanya matcha chocolate saja nih, cokelat murni dan es kopi susu juga bisa menjadi pilihan buat kamu yang nggak suka kopi. Setelah memesan es matcha chocolate saya memutuskan untuk duduk di salah satu sudut kedai.
Saya duduk bersebelahan dengan salah satu pelanggan tetap di Tjilik Coffee. Bermula basa-basi yang basi, semakin lama perbincangan kami pun terasa lebih intim.
![]() |
| Anggun, pelanggan tetap Tjilik Coffee sedang menikmati es kopi susu ala Tjilik Coffee. (Dyanaulfach.blogspot.com/ Dyana Ulfach) |
Di sela perbincangan kami tentang pengalaman sekolah, es matcha chocolate pesanan saya pun datang. Saya mengaduk es matcha chocolate yang saya pesan. Aroma matcha sangat kuat. Sebagai pecinta matcha, menu ini termasuk unik. Belum pernah saya mencoba matcha dicampur cokelat. Dan benar saja, rasanya juga unik di lidah. Rasa matcha mendominasi es Macho ini. Meskipun begittu, rasa cokelatnya pun masih terasa. Ya, meskipun sedikit.
Begitu pula dengan menu yang dipesan teman baru saya ini. Mata saya langsung tertuju dengan menu yang dia pesan. Tampak seperti minuman khas Semarang. Botol Congyang dipilih sebagai salah satu upaya mengurangi sampah plastik. Selain itu warna botol yang gelap juga dapat berpengaruh terhadap kualitas dan keawetan kopi.
“Kemarin kita coba kirim ke Bekasi. Sampai sana itu tiga hari. Dan itu aman,” jelas Aji Permana Sakti, salah satu owner Tjilik Coffee.
![]() |
| Kopi Cold Brew ala Tjilik Coffee. (Dyanaulfach.blogspot.com/ Dyana Ulfach) |
Anggun, teman baru saya pun mulai menuangkan kopinya ke dalam gelas. Kopi Cold Brew racikan Tjilik Coffee ini menjadi salah satu menu andalan, lo. Meskipun metode Cold Brew sudah popular, resep rahasia dari Tjilik Coffee mampu membuat Anggun ketagihan dengan kopi ini. Berbahan baku kopi robusta Temanggung, aroma kopi Cold Brew ini sangat terasa. Karena saya bukan penikmat kopi, saya hanya mencium aroma kopi dan mencicipi sedikit tanpa bisa menilai rasa kopi itu. He-he-he
“Rasanya ya pahit. Tapi menurutku ini aman di lambung. Bisa buat yang sakit magh. aku sendiri kan juga lambungnya bermasalah, tapi kalau ngopi di sini aman-aman saja,” ungkap Anggun, pelanggan setia Tjilik Coffee.
Wah, paket komplit deh menu di Tjilik Coffee. Buat kamu yang suka banget minum kopi atau yang nggak suka kopi, bisa datang ke Jalan Sewan, Pudak Payung, Semarang. Tjilik Coffee buka setiap hari mulai pukul 19.00 sampai pukul 00:00. (Dyana Ulfach)



Komentar
Posting Komentar