![]() |
| Komunitas Dynamic Learning berfoto bersama anak-anak dan warga. (Dokumentasi Dynamic Learning) |
Kamu pernah nggak sih memberikan uang secara cuma-cuma ke anak-anak jalanan? Eits, jangan merasa menjadi dermawan lho ya. Tahu nggak sih, dengan memberikan uang secara cuma-cuma kepada mereka sebenarnya kita semakin menjerumuskan mereka, lho.
Dyanaulfach.blogspot.com - Berawal
dari keprihatinan Dewi Nur Cahyaningsih terhadap situasi ini, Dewi menciptakan
koperasi anak jalanan (Kopaja) yang kini bertransformasi menjadi Dynamic
Learning Indoneisa. Komunitas Dynamic learning ini berdiri sejak tahun 2015.
Dynamic
Learning berkomitmen memberikan pengajaran yang dinamis. Maksudnya, dinamis
pemelajarnya, dinamis pengajarnya, bahkan tempatnya pun dinamis.
Setiap
hari Jumat, Dynamic Learning memberikan pengajaran kepada anak-anak di Semarang
yakni di desa Gunung Brintik atau di Taman Kasmaran Kampung Pelangi. Dynamic
Learning sangat terbuka bagi millens
yang mau bergabung menjadi sukarelawan, lo.
Pembelajaran
non formal yang Dynamic Learning lakukan cukup terbilang unik.. Pasalnya, Dynamic
Learning berpedoman pada lima pilar pendidikan karakter yaitu, keimanan, nasioanlisme,
motivasi, teknologi, dan kewirausahaan.
![]() |
| Hasil karya anak-anak binaan Dynamic Learning. (Dokumentasi Dynamic Learning) |
Selain memberikan pengajaran kepada anak-anak jalanan, Dynamic Learning juga memberikan pelatihan kewirausahaan untuk para orang tua. Seperti pelatihan membuat kue yang kemudian dijual di marketplace milik Dynamic Learning.
Tidak
hanya di Semarang, Dynamic Learning juga mengajar anak-anak pasar di Tangerang
selatan dengan metode pembelajaran yang sama. Selain itu Dynamic Learning juga mengajak
kerja sama para perajin batik di Klaten dan Jogja. Bahkan Dynamic Learning sedang
membina sebuah desa di Pulau Kemaro di palembang untuk menjadi desa wisata.
Wah, sangat memberdayakan masyarakat, ya, millens.
“Saya
pinginnya masyarakat marginal ini belajar bukan semata-mata untuk formalitas
saja. Tapi mereka benar-benar bisa memaknai kehidupan, begitu,” ucap Osa, CEO
Dynamic Learning Indonesia.
Kegiatan-kegiatan
ini Dynamic Learning adakan dengan tujuan supaya masyarakat marginal dapat
mandiri secara finansial. Nah, kalau para orang tua sudah mandiri secara
finansial, anak-anak tidak perlu lagi turun ke jalan. Kita nggak perlu repot
lagi deh mencari recehan untuk anak-anak di jalanan. (Dyana Ulfach)


Komentar
Posting Komentar