aku ditemani musik. bukan, ini bukan musik kesukaanku. tapi beberapa hari ini telingaku mulai terbiasa dan nyaman dengan musik ini. karena salah seorang sahabatku mengenalkannya padaku. lagu sederhana yang mengigatkanku tentang kisah sederhana kita yang telah terjalin di 3 tahun terakhir masa-masa indah di sekolah.
kau harusnya ingat, pertemuan kita yang tidak terdeteksi itu membuat aku nyaman sampai sekarang. kita tidak bertemu. tapi dipertemukan. kesalahan yang banyak terjadi bukan sengaja, tapi bagian dari rencana. tawa yang tercipta bukan bagian dari adegan film drama. tapi bentuk dari kebahagiaan kita. air mata itu juga bukan rekayasa. karena itu pasti ada.
ah, 3 tahun itu bukan sebentar. hanya waktu yang singkat. sederhana. tidak ada kata lain yang bisa mendeskripsikan kisah ini. sederhana dan akan tetap sederhana. banyak yang heran dan tidak yakin kisah ini bisa awet walaupun tanpa kejelasan. banyak juga yang terus penasaran tentang perkembangan kisah ini. tapi, aku rasa lebih banyak orang yang tidak tahu tentang kisah ini. karena kami bukanlah sosok hitz yang dikenal banyak kalangan. banyak juga orang yang tahu dan menganggap kisah ini hanya terjadi di satu pihak. menyedihkan, bukan? banyak juga yang menggoda dan mencampuri kisah sederhana ini. membuatnya menjadi rumit atau justru lebih baik dari sebelumnya.
saling mengkritik dan menasihati sudah menjadi makanan bagi kita. tempat berbagi dan tempat pelampiasan kekesalan. tempat untuk menenangkan diri dan menghibur diri, semua ada di antara kita. susah, sedih, marah, cemburu, berantem, khawatir, suport, semuanya ada. tapi kisah ini akan tetap sederhana.
tidak, aku bukan musafir cinta yang apabila kita bertemu di jalan akan langsung menyapamu. dan aku yakin kau pun sama sepertiku. orang-orang di sekeliling kitalah yang berubah menjadi musafir cinta untuk kita. bertegur sapa pun asing bagi kita. apabila itu pernah, aku yakin volume kecanggunganku penuh sepenuh-penuhnya. ah, aku tidak sedang melucu. aku serius.
aku senang ketika aku bisa menyalurkan kesukaanku -membaca buku- padamu. ketika kau membuka blog sederhana milikku dan mulai membaca apa yang sudah aku tulis. komentarmu sungguh unik dan terpatri di hatiku. dan dari sanalah aku berani. berani untuk terus menulis dan mengamati.
alam menjadi saksi yang tidak akan pernah bohong untuk kita. kau ajarkan aku menikmati banyak keindahan alam. walaupun yang kita sukai sangat jauh dari kita, tapi salah satu cara untuk menikmatinya memang harus saling berjauhan. lalu apakah kau juga akan merasa lebih indah dan nyaman ketika kita saling berjauhan, seperti yang akan kita lalui setelah ini? ah iya, kita bukan alam. kita hanya sosok kecil dalam kehidupan yang berani membesarkan hati untuk kebahagiaan banyak orang di sekitar kita. dan apakah kita akan saling merindukan? atau rindu yang hanya sepihak? entahlah.
hari ini langit cerah. tapi tak secerah wajahku. kecewa, pasti. bahagia, juga datang menghampiriku. aku tahu, di dekat tembok tempat kau bersandar tadi kau selalu mengamatiku. entah apa yang ada dipikiranmu, aku juga tidak tahu dan tidak mau mencari tahunya. aku hanya tidak siap dengan keadaan yang sebenarnya.
seperti yang dikatakan salah satu sahabatku yang mengatakan kalau kau mencariku. aku hampir tidak percaya. tapi aku tahu, dia tidak akan berbohong. aku hanya malu dengan diriku sendiri. aku terlalu cemen dalam banyak hal. aku membutuhkanmu untuk terus menyemangati dan membuatku lebih percaya diri lagi. sangat-sangat butuh itu. karena denganmu, aku akan baik-baik saja. seperi lagu dari Fiersa Besari.
terimakash untuk segalanya. rindu ini tak akan sampai. karena dia jauh. tapi bisa kau lihat setiap saat kapanpun kau mau. kau bisa merasakan kerinduan ini saat kau melihatnya. entah apa yang terjadi sebelum kisah ini dimulai. aku tidak akan mempermasalahkan jika keindahan itu berasal dari masa lalumu. karena keindahanku juga berasal dari waktu yang sama. tapi tanpa masa itu, kita tidak akan seperti ini. aneh memang, tapi itulah yang terjadi. muluk memang ucapanku. tapi itu dari hati. karena yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati. bukan sekadar dari mulut yang hanya akan sampai ke telinga.
i choose you. and i hope you'll stay with me and our story.
kau harusnya ingat, pertemuan kita yang tidak terdeteksi itu membuat aku nyaman sampai sekarang. kita tidak bertemu. tapi dipertemukan. kesalahan yang banyak terjadi bukan sengaja, tapi bagian dari rencana. tawa yang tercipta bukan bagian dari adegan film drama. tapi bentuk dari kebahagiaan kita. air mata itu juga bukan rekayasa. karena itu pasti ada.
ah, 3 tahun itu bukan sebentar. hanya waktu yang singkat. sederhana. tidak ada kata lain yang bisa mendeskripsikan kisah ini. sederhana dan akan tetap sederhana. banyak yang heran dan tidak yakin kisah ini bisa awet walaupun tanpa kejelasan. banyak juga yang terus penasaran tentang perkembangan kisah ini. tapi, aku rasa lebih banyak orang yang tidak tahu tentang kisah ini. karena kami bukanlah sosok hitz yang dikenal banyak kalangan. banyak juga orang yang tahu dan menganggap kisah ini hanya terjadi di satu pihak. menyedihkan, bukan? banyak juga yang menggoda dan mencampuri kisah sederhana ini. membuatnya menjadi rumit atau justru lebih baik dari sebelumnya.
saling mengkritik dan menasihati sudah menjadi makanan bagi kita. tempat berbagi dan tempat pelampiasan kekesalan. tempat untuk menenangkan diri dan menghibur diri, semua ada di antara kita. susah, sedih, marah, cemburu, berantem, khawatir, suport, semuanya ada. tapi kisah ini akan tetap sederhana.
tidak, aku bukan musafir cinta yang apabila kita bertemu di jalan akan langsung menyapamu. dan aku yakin kau pun sama sepertiku. orang-orang di sekeliling kitalah yang berubah menjadi musafir cinta untuk kita. bertegur sapa pun asing bagi kita. apabila itu pernah, aku yakin volume kecanggunganku penuh sepenuh-penuhnya. ah, aku tidak sedang melucu. aku serius.
aku senang ketika aku bisa menyalurkan kesukaanku -membaca buku- padamu. ketika kau membuka blog sederhana milikku dan mulai membaca apa yang sudah aku tulis. komentarmu sungguh unik dan terpatri di hatiku. dan dari sanalah aku berani. berani untuk terus menulis dan mengamati.
alam menjadi saksi yang tidak akan pernah bohong untuk kita. kau ajarkan aku menikmati banyak keindahan alam. walaupun yang kita sukai sangat jauh dari kita, tapi salah satu cara untuk menikmatinya memang harus saling berjauhan. lalu apakah kau juga akan merasa lebih indah dan nyaman ketika kita saling berjauhan, seperti yang akan kita lalui setelah ini? ah iya, kita bukan alam. kita hanya sosok kecil dalam kehidupan yang berani membesarkan hati untuk kebahagiaan banyak orang di sekitar kita. dan apakah kita akan saling merindukan? atau rindu yang hanya sepihak? entahlah.
hari ini langit cerah. tapi tak secerah wajahku. kecewa, pasti. bahagia, juga datang menghampiriku. aku tahu, di dekat tembok tempat kau bersandar tadi kau selalu mengamatiku. entah apa yang ada dipikiranmu, aku juga tidak tahu dan tidak mau mencari tahunya. aku hanya tidak siap dengan keadaan yang sebenarnya.
seperti yang dikatakan salah satu sahabatku yang mengatakan kalau kau mencariku. aku hampir tidak percaya. tapi aku tahu, dia tidak akan berbohong. aku hanya malu dengan diriku sendiri. aku terlalu cemen dalam banyak hal. aku membutuhkanmu untuk terus menyemangati dan membuatku lebih percaya diri lagi. sangat-sangat butuh itu. karena denganmu, aku akan baik-baik saja. seperi lagu dari Fiersa Besari.
terimakash untuk segalanya. rindu ini tak akan sampai. karena dia jauh. tapi bisa kau lihat setiap saat kapanpun kau mau. kau bisa merasakan kerinduan ini saat kau melihatnya. entah apa yang terjadi sebelum kisah ini dimulai. aku tidak akan mempermasalahkan jika keindahan itu berasal dari masa lalumu. karena keindahanku juga berasal dari waktu yang sama. tapi tanpa masa itu, kita tidak akan seperti ini. aneh memang, tapi itulah yang terjadi. muluk memang ucapanku. tapi itu dari hati. karena yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati. bukan sekadar dari mulut yang hanya akan sampai ke telinga.
i choose you. and i hope you'll stay with me and our story.
Komentar
Posting Komentar