Tertahan

Kakiku dipaksa berputar. Dipaksa menjinjit. Dipaksa berlari kecil. Dipaksa untuk melakukan hal yang sama sekali bukan keinginanku. Gerakan yang bukan dari hati. Hanya dari paksaan untuk bergerAk. Dan aku tidak pernah suka. Sepatu tipis yang harus aku pakai. Celana ketat yang tidak aku rasakan nyaman saat memakainya. Pakaian yang aku kenakan hampir mirip dengan pakaian saat aku berada di genangan air yang dalam. Rambut yang harus selalu diikat rapi. Dan itu membuat kepalaku pusing. Aku tidak suka. Dan aku tidak akan pernah suka. Aku tidak suka dengan semua ketentuan ini. Aku tidak suka dengan paksaan ini. Aku bukan seperti mereka yang melakukannya dengan hati dan raut muka yang harus di tarik untuk tetap tersenyum. Aku tidak seperti mereka yang selalu senang saat melakukaknnya. tidak seperti mereka yang nyaman dengan pakainnya. Yang nyaman dengan celana ketat yang mereka sebut dengan stoking. Yang terbiasa menggunakan baju ketat itu. Dengan sepetu tipis. Bahkan dengan hiasan pinggul yang imut menurut mereka.  Tapi aku berbeda. Aku tidak suka. Dan tidak akan pernah suka. Karena ini paksaan. Dan aku tidak suka itu. Darahku memang untuk menggerakkan badan. Tapi tidak dengan cara seperti mereka. Aku juga tidak suka dengan musik yang ada di gerakan ini. Nada cepat dan tinggi yang aku suka. Bukan lemah lembut seperti ini. Karena aku berbeda. Tidak sekali dua kali aku di beri mata tajam oleh guruku. Tapi aku tidak takut. Karena dari awal memang aku tidak menyukai gerakan ini. Aku hanya makhluk Tuhan yang lemah. Dan tidak bisa membantah dengan ucapan. Tapi dengan tindakan. Mungkin kedengaranya memang kejam. Tapi, aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Kalau aku memang tidak suka semua ini. tapi sosok yang duduk di jauh sana masih mengawasiku dengan mata tajamnya. Berharap aku akan bergerak dengan indah seperti beberapa temanku. Tapi aku berbeda bu. Aku tidak suka semua ini. selama ini ibu tidak pernah menggunakan mata hatinya untuk melihat ke dalam hatiku yang sama sekali menolak keberadaan gerakan dan situasi yang seperti ini. Aku hidup sudah cukup lama bu. Tapi, ibu tidak paham. Tapi, disisi lain aku tahu. Kalau tidak ada seorang ibu yang tidak menginginkan anaknya bahagia. Mungkin ibu pikir tubuh kurus ini menerima semua paksaan ini. tapi tidak selamanya bu. Dan tidak akan pernah. Ibu tidak pernah mau melihat bulatan berwarna biru di kakiku. Ibu tidak pernah merasakan betapa sakitnya tubuh ini saat dipaksa. Karena semua ini bukan dari hatiku untuk hal yang satu ini. ibu, mengertilah aku. Lihatlah aku baik-baik dari sana. Aku tidak sama seperti yang lain. Aku bukan disini. Jiwaku tidak dsini. Aku ingin keluar. Memijakkan kaki pada genangan air. Melompat setinggi-tingginya dengan musik yang ritmenya lebih cepat dibandingkan dengan musik yang sekarang aku dengar. Bu, kakiku tidak mau menjinjit terus. Sakit bu. Hentikanlah musik itu demi aku. Ibu, tolonglah aku. Jangan kurung aku dalam penjara yang tidak akan aku sukai seumur hidupku. Mata ibu terlalu sayup jika aku harus bersikeras membantahnya. Tanpnyapun aku tidak ada didunia ini dan melihat alam di negeri yang sangat amat kaya ini. tapi, aku lahir bukan untuk gerakan ini bu. Bukan untuk memksakan tubuhku untuk melakukan yang guru ajarkan padaku. Bawa aku keluar dari situasi ini bu. Jangan lagi berpura-pura tersenyum saat aku melakukan kesalahan. Dan jangan terus berpura-pura semua baik-baik saja dan berbicara kalau setiap hari aku mengalami peningkatan saat didepan ayah. Ibu pernah mengajarkanku  untuk tidak berbohong. Tapi, ibu berbohong pada ayah. Dan parahnya, ayah tidak tahu kalau ibu sedang membohongi dirinya sendiri. Sekali lagi aku hanya manusia tanpa nyali dalam ucapan ntuk mengungkapkan semua perasaan kesalku dihadapan kedua orang tuaku. Karena aku belum mencapai angka yang pas untuk bisa mengungkapkannya. Aku akan terus berharap akan ada waktu itu. Saat dimana aku bisa mengungkapkn semua isi hatiku pada ayah dan ibu. Walaupun aku tahu ayah dn ibu akan kecewa padaku. Tapi aku juga tidak mau melihat ibu terus berbohong. Karena aku tahu. Ada waktu yang Tuhan siapkan untuk menunjukkn kebenaran yang sesungguhnya.

kritik dan saran :) 

Komentar

Posting Komentar